Begitu melangkah ke area dapur, indra penciuman segera disambut oleh aroma khas yang meresap ke dinding-dinding bangunan. Aroma bawang merah yang ditumis, cabai segar, harum nasi yang baru matang, hingga sedikit jejak asap menyatu dalam udara yang hangat dan lembap.
Suasananya selalu hidup; suara denting spatula logam yang beradu dengan kuali-kuali raksasa, deru kompor gas yang menyala, diselingi oleh celoteh dan tawa para santri yang sedang bertugas piket dapur. Di sela-sela kesibukan, tak jarang sayup-sayup terdengar lantunan murattal Al-Qur'an yang diputar, menciptakan suasana yang teduh di tengah kesibukan yang padat.
Itulah sedikit gambaran suasana Dapur 67 Benda, dapur yang selama ini berperan besar terhadap kemajuan dan perjalanan Pesantren Persis 67 Benda Kota Tasikmalaya.
Dapur yang pernah menerima Penghargaan dari Walikota Tasikmalaya dengan Kategori Pesantren yang menerapkan Sanitasi Terbaik ini, setiap hari harus melayani kurang lebih 1.000 porsi setiap memasak 3 kali dalam sehari.
.jpg)
.jpg)






































