Virus Bernama Liberalisme

Selasa, 26 Januari 2016 20:45:00

Facebook Google+ Twitter


Liberalisme berasal dari bahasa latin  Liber, yang artinya bebas atau merdeka.  Dari sini muncul istilah  Liberal arts yang berarti ilmu yang sepatutnya dipelajari oleh orang merdeka, yaitu : arithmetik, geometri, astronomi, musik, grammatika, logika dan retorika. Sebagai ajektif kata liberal dipakai untuk menunjukan sikap anti feodal, anti kemapanan, rasional, bebas merdeka (independent), berfikiran luas dan terbuka (open-minded) dan oleh karena itu merasa hebat (magnanimous ). 

Dalam Politik, liberalisme dimaknai sebagai sebuah sistem yang menentang mati-matian sentralisasi dan absolutisme kekuasaan. Munculnya republik-republik dengan sistem demokrasi menggantikan kerajaan atau kesultanan tidak lepas dari liberalisme ini. 

Dalam bidang ekonomi, liberalisme menunjuk kepada sistem pasar bebas, dimana peran dan intervensi pemerintah sangat dibatasi. Kini liberalisme ekonomi menjadi identik dengan kapitalisme. Negara-negara miskin cenderung menjadi wilayah pinggiran bagi perekonomian negara-negara kaya. Peran pemerintah yang mestinya melayani dan melindungi kepentingan rakyatnya, bergeser menjadi melayani dan melindungi kepentingan para pemodal internasional yang telah menginvestasikan modalnya di negara tersebut. Bahkan tidak jarang kebijakan ekonomi negara-negara miskin secara terang-terangan mengambil posisi berlawanan dengan aspirasi rakyat mereka sendiri. 

Agama Kristen mulai bersinar di Eropa ketika pada tahun 313 Kaisar Konstantin mengeluarkan surat perintah (edik) yang isinya memberi kebebasan kepada warga Romawi untuk memeluk Kristen. Bahkan pada tahun 380 Kristen  dijadikan sebagai agama  negara oleh Kaisar Theodosius. Menurut edik Theodosius semua warga negara Romawi diwajibkan menjadi anggota gereja Katolik. Agama-agama kafir dilarang. Bahkan sekte-sekte Kristen di luar “gereja resmi” pun dilarang. Dengan berbagai keistimewaan ini, Kristen kemudian menyebar ke berbagai penjuru  dan dunia, bahkan menjadi sebuah imperium yang otoriter dengan selalu mengatasnamakan kehendak Tuhan.

Liberalisme muncul di Eropa sebagai reaksi dan perlawanan atas otoriteritas gereja yang dengan mengatasnamakan Tuhan telah melakukan penindasan. Konon tidak kurang dari 32.000 orang dibakar hidup-hidup atas alasan menentang kehendak Tuhan. Galileo, Bruno dan Copernicus termasuk di antara saintis-saintis yang bernasib malang karena melontarkan ide yang bertentangan dengan ide Gereja. Untuk mengokohkan dan melestarikan otoriteritas itu, Gereja membentuk institusi pengadilan yang dikenal paling brutal di dunia sampai akhir abad 15, yaitu Mahkamah Inkuisisi. Karen Armstrong dalam bukunya Holy War :  The Crusade and Their Impact on Today’s World (1991:456) menyatakan : Most of us would agree that one of the  most evil of all Christian institutions was the Inquisition, which was an instrument of terror in the Chatholic Chuch until the end of seventeenth century. Despotisme Gereja ini telah mengakibatkan pemberontakan terhadap kekuasaan Gereja. Kaum liberal menuntut kebebasan individu yang seluas-luasnya, menolak klaim pemegang otoritas Tuhan, menuntut penghapusan hak-hak istimewa gereja maupun raja. Liberalisme membolehkan setiap orang melakukan apa saja sesuai dengan kehendaknya. Manusia tidak lagi harus memegang kuat ajaran agamanya, bahkan kalau ajaran agama tidak sesuai dengan kehendak manusia, maka yang dilakukan adalah melakukan penafsiran ulang ayat-ayat Tuhan agar tidak bertabrakan dengan prinsip-prinsip dasar liberalisme. Wajar jika kemudian berbagai tindakan amoralpun seperti : homoseksual, sek bebas, aborsi, dan juga berbagai aliran sesat dan menyesatkan dalam agama dianggap legal karena telah mendapatkan justifikasi ayat-ayat Tuhan yang telah ditafsir ulang secara serampangan dan kacau. 


Di antara sejumlah tokoh yang berani menentang otoritas Gereja adalah Nicolaus Copernicus (1543 M)  dengan teori Heliosentris-nya yang menyatakan bahwa Matahari sebagai pusat Tata Surya. Sebuah teori yang mentang ajaran Gereja yang sekian lama memegang filsafat Ptolomaeus yang menyatakan bahwa bumi-lah sebagai pusat ( Geo-centris). Perjuangannya diikuti  Gardano Bruno (1594M), fisikawan Jerman Johannes Kapler (1571 M) Galileo Galilei (1564 M) dan Issac Newton (1642 M). John Lock (1704 M ) kemudian  mengusung liberalisme bidang politik dengan menyodorkan ideologi yang mendorong masyarakat untuk membebaskan diri dari kekangan Gereja waktu itu.  Adam Smith (1790M) mengusung liberalisme di bidang ekonomi yang memberi kebebasan kepada masyarakat untuk menjalankan kegiatan ekonominya tanpa intervensi dari pemerintahan gereja atau pemerintahan raja yang didukung gereja.

Ketika otoritas gereja runtuh, bangsa Eropa terpecah menjadi dua aliran besar dalam menyikapi agama. Pertama Aliran Deisme, yaitu mereka yang masih mempercayai adanya Tuhan, tapi tidak mempercayai ayat-ayat Tuhan. Tokoh-tokohnya antara lain : Martin Luther, John Calvin, Isaac Newton, John Lock, Immanuel Khan, dsb. Dan kedua Aliran  Materialisme atau Atheisme. Aliran ini menganggap bahwa agama merupakan gejala masyarakat yang sakit. Agama dinilai sebagai candu atau racun bagi masyarakat.  Di antara tokohnya:. Hegel, Ludwig Feuerbach, dan Karl Marx.  Ketidak percayaan kepada Tuhan diusung pula oleh Charles Darwin ( 1809-1882 M ) dalam bukunya The Origin of Species by Means Natural Selection (1859M)  Melalui teori Evolusinya Darwin mencoba memisahkan intervensi Tuhan dalam penciptaan alam dan makhluk hidup di muka bumi ini. Dengan demikian bisa disimpulkan bahwa Liberalisme merupakan upaya keluar dari kekangan ajaran Kristen yang bermasalah. Liberalisme telah mengantarkan masyarakat Barat menjadi orang atheis atau paling tidak Deis. 


Di bidang Sosial kaum liberalis telah melegalkan Homoseksual. Dignity, sebuah organisasi Gay Katolik Internasional pada tahun 1976 saja sudah memiliki cabang di 22 negara bagian AS. Di Australia ada organisasi serupa Acceptance, di Inggris ada Quest, di Swedia ada Veritas. Fakta yang fenomenal terjadi ketika Nopember 2003  seorang pendeta bernama Gene Robinson yang notabene seorang homoseks telah dilantik menjadi Uskup Gereja Anglikan di New Hampshire. Liberalisme mengajarkan bahwa Seks bebas dan aborsi sebagai privasi individu yang tidak boleh dicampuri oleh aturan agama atau nilai-nilai yang berlaku di masyarakat, selama individu tersebut senang, sukarela, suka sama suka. Masyarakat dan agama tidak boleh menghakimi mereka. Padahal dampak terkejam dari prilaku seks bebas adalah kecenderungan manusia untuk lari dari tanggung jawab. Ketika terjadi kehamilan, jalan yang ditempuh adalah aborsi. Dengan demikian esensi dari free-sex itu adalah pembunuhan terhadap manusia. Kaum liberalis menuntut emansipasi wanita, kesetaraan gender dengan mengabaikan nilai-nilai agama. Dengan jargon kebebasan (liberty) dan persamaan (egality), kaum feminis secara ekstrim telah memunculkn semangat melawan dominasi laki-laki sebagai pemimpin dalam keluarga. Banyak pria atau wanita yang lebih memilih hidup sendiri. Kebutuhan seksual dipenuhi dengan zina (free-sex), kebutuhan akan anak dipenuhi dengan adopsi dan bertindak sebagai single parent. Jika tidak mau direpotkan dengan anak, maka aborsi jadi solusi. Sejumlah negara Barat telah melakukan ” Revolusi Jingga “ dengan mengesahkan undang-undang yang melegalkan perkawinan sejenis. 


Liberalisasi di bidang Agama juga sudah merasuk kaum muslimin di Indonesia. Liberalisasi Islam dilakukan melalui tiga bidang penting dalam Islam, yaitu (1) Liberalisasi bidang aqidah dengan penyebaran paham Pluralisme Agama. Paham ini menyatakan bahwa semua agama adalah jalan yang sama-sama sah menuju Tuhan yang sama. Maka setiap pemeluk agama tidak boleh mengklaim atau meyakini bahwa hanya agamanya saja yang benar. Menurut mereka, salah satu ciri agama jahat adalah agama yang memiliki klaim kebenaran mutlak ( absolute truth claim ) atas agamanya sendiri. (2) Liberalisasi konsep wahyu dengan melakukan dekontruksi terhadap Al-Qur’an. Para Liberalis Islam telah memposisikan diri sebagai epigon terhadap Yahudi dan Kristen yang melakukan kajian “ Biblical Criticism “. Kajian kristis terhadap Bible yang memang bermasalah. Menurut Liberalis “ All Scriptures are miracles “ Semua Kitab suci adalah mukjizat. Jadi Al-Quran sejajar dengan : Perjanjian lama, Perjanjian Baru, Weda, Bagawad Ghita, Tripitaka, Darmogandul dan Gatoloco (?).  (3) Liberalisasi Syariat Islam. Hukum-hukum Islam yang sudah qath’i dan pasti dibongkar dan dibuat hukum baru yang sesuai dengan perkembangan zaman. Sementara yang jadi barometernya bukan lagi Al-Qur’an dan As-Sunnah tapi : Domokrasi, HAM, Gender Equality (kesetaraan Gender) dan Pluralisme. Kalau orang menyakini bahwa semua agama benar, bahwa tuhan semua agama itu sama hanya berbeda dalam memanggil, bahwa semua kitab suci itu sama mukjizat, masih patut dikatagorikan sebagai seorang muslim dan Mukmin ? Wallahu’alam. 

Arsip Fikroh pada majalah Risalah VIRUS bernama LIBERALISME

Penulis : Shiddiq Amien


Artikel Terkait


Asep Iwan G., M.Pd.I | Fikroh

Tambah Komentar

Komentar

Shawn

Pengunjung

Shawn

Kamis, 22 April 2021 14:18:00

vidalista dosage ed

Evelyne

Pengunjung

Evelyne

Rabu, 21 April 2021 08:21:39

vidalista 60mg online

Lea

Pengunjung

Lea

Rabu, 21 April 2021 02:36:57

Pretty! This was a really wonderful article.
Thanks for supplying this information.

Brenton

Pengunjung

Brenton

Rabu, 21 April 2021 01:36:51

cialis discount pharmacy

Winifred

Pengunjung

Winifred

Selasa, 20 April 2021 21:26:14

Asking questions are actually nice thing if you are not understanding something totally, except this post provides pleasant
understanding even.

Melina

Pengunjung

Melina

Selasa, 20 April 2021 15:25:47

best place to buy generic vidalista online

Chelsea

Pengunjung

Chelsea

Senin, 19 April 2021 21:04:08

This is really interesting, You are a very skilled blogger.
I've joined your feed and look forward to seeking
more of your magnificent post. Also, I have shared your website
in my social networks!

Trudy

Pengunjung

Trudy

Senin, 19 April 2021 05:31:52

how to buy cialis online in australia can you buy generic cialis cialis daily co

Lukas

Pengunjung

Lukas

Minggu, 18 April 2021 18:04:22

where can i order cialis online

Catherine

Pengunjung

Catherine

Minggu, 18 April 2021 04:54:16

price of vidalista in australia

Maddison

Pengunjung

Maddison

Jum'at, 16 April 2021 01:32:27

I just couldn't depart your web site before suggesting that I really loved the standard information a person provide
to your visitors? Is going to be back continuously in order
to check up on new posts

Leandra

Pengunjung

Leandra

Kamis, 15 April 2021 17:28:33

I've been browsing online more than 3 hours today,
yet I never found any interesting article like yours.
It is pretty worth enough for me. In my opinion,
if all webmasters and bloggers made good content as you did, the internet will
be a lot more useful than ever before.

Abe

Pengunjung

Abe

Kamis, 15 April 2021 11:42:14

online pharmacy tadalafil 20mg order generic cialis online cialis online singapore

Anne

Pengunjung

Anne

Kamis, 15 April 2021 11:29:11

pharmacy online cialis real cialis online pharmacy cheapest tadalafil uk

Kiara

Pengunjung

Kiara

Rabu, 14 April 2021 13:30:12

cialis 20 mg canada pharmacy

Kacey

Pengunjung

Kacey

Selasa, 13 April 2021 21:10:22

Heya i am for the first time here. I came across
this board and I find It truly helpful & it helped me out a lot.
I am hoping to give one thing back and aid others such as
you helped me.

Travis

Pengunjung

Travis

Selasa, 13 April 2021 19:22:23

tadalafil tablets prices can you buy generic cialis in canada cialis for sale over
the counter

Keira

Pengunjung

Keira

Senin, 12 April 2021 20:59:51

buy tadalafil india

Jerrold

Pengunjung

Jerrold

Senin, 12 April 2021 09:12:47

This piece of writing gives clear idea designed for the
new users of blogging, that in fact how to do blogging.

Leona

Pengunjung

Leona

Minggu, 11 April 2021 03:17:14

viagra 100 mg tablet buy online