|
|
|||||
|
|
|||||
|
|
RAMADHAN BULAN SABARDiposting oleh : Admin Rabu, 11 Agustus 2010 - 05:21:22 WIB Dibaca: 1361 kali ![]()
RAMADHAN BULAN SABAR
Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh imam Ibnu Khuzaimah Nabi saw. menyebutkan Bulan Ramadhan adalah bulan sabar,( atau bulan melatih kesabaran.) Dan sabar itu tidak ada balasannya kecuali surga. Sabar juga mengandung pengertian ta’at. Ta’at kepada aturan dan ketentuan Allah dan Rasul-Nya. Diantara definisi ta’at menyebutkan : Taraktu ma ahwa lima ahsya ( meninggalkan keinginan sendiri untuk melaksanakan perintah yang ditakuti, yaitu Allah swt. ). Ta’at tidak identik dengan ‘nurut’, jika seseorang lapar lantas diberi makanan kemudian ia memakannya, ini bukan ta’at melainkan nurut. Ta’at lebih sering bertentangan dengan keinginan hati. Misalnya ketika waktu subuh tiba, terdengar muadzin adzan, maunya kita ini terus tidur, tapi kemudian kita bangun, wudlu dan pergi ke mesjid ikut berjamaah, maka inilah ta’at. Seorang pasien dinilai sabar jika ia menaati nasihat dokter. Apa yang disuruh dokter ia kerjakan dan apa yang dilarang dokter ia tinggalkan. Demikian juga seseorang yang shaum dinilai sabar karena ia telah bisa meninggalkan keinginan dirinya, seperti halnya makan dan minum, serta menahan desakan libido seksual, untuk mengikuti perintah Allah dan Rasul-Nya yakni shaum.
Di siang hari seseorang yang shaum tidak makan dan minum bukan karena tidak ada makanan dan minuman, bukan tidak ada tempat untuk bersembunuyi agar tidak diketahui orang, tapi lebih didasari keyakinan bahwa Allah Maha Mengetahui Sama seperti halnya ibadah haji, ibadah haji seseorang dinilai mabrur, antara lain jika ia melaksanakan hajinya dengan tepat niat, yakni ikhlas semata-mata karena Allah, tepat tempat, ia melaksanakan ihram, wukuf, dsb. di tempat yang sudah ditetapkan Allah dan rasul-Nya, dan tepat kaifiyatnya, yakni ia melaksanakannya sesuai dengan manasik haji yang diajarkan oleh Nabi saw. Selain itu juga bisa ditandai dengan memperhatikan amal prilakunya sepulang dari menunaikan ibadah haji . Jika sebelum haji ia bakhil, dan waktu pulang masih tetap kikir, sebelum haji suka senang judi, pulang malah jadi agen judi, sulit kiranya untuk bisa dinilai hajinya mabrur dan maqbul.
Shaum juga melatih diri untuk menjadi manusia yang zuhud, yakni hidup tidak diperbudak oleh dunia. Kecintaan manusia kepada harta benda adalah merupakan karakter dan pembawaan manusia. Islam tidak melarang kita mencintainya. Islam hanya mengingatkan agar kecintaan kapada dunia tersebut tidak mengakibatkan lupa diri untuk Pada menjelang akhir bulan ramdhan kita sering menyaksikan banyak orang yang berlomba belanja, segala dibeli, dikumpul-kumpul , bahkan cenderung tabdir dan pamer kekayaan. Sepertinya ada perasaan tidak sulses lebaran jika tidak ganti pakaian, sandal atau sepatu dan kendaraan .Sepertinya kuat anggapan di tengah masyarakat kita bahwa shaum ramadhan itu harus ditutup dengan pesta habis-habisan, bahkan dikalangan orang yang kurang mampu juga banyak yang terpaksa pinjam dan ngutang, lantas dimanakah hasil dari latihan sabar dan zuhud selama ramadhan itu hasilnya ? Wallahua’lam.
0 Komentar :
Isi Komentar : |
||||
|
|||||