|
|
|||||
|
|
|||||
|
|
PERAN WANITA/PEREMPUAN MUSLIMAH SEKARANG DAN MASA MENDATANGDiposting oleh : Administrator Rabu, 28 Juli 2010 - 12:15:26 WIB Dibaca: 288 kali Allah Menciptakan Manusia dua Jenis : Hai sekalian manusia, bertakwalah kepada Tuhan-mu yang Telah menciptakan kamu dari seorang diri, dan dari padanya Allah menciptakan isterinya; dan dari pada keduanya Allah memperkembang biakkan laki-laki dan perempuan yang banyak. dan bertakwalah kepada Allah yang dengan (mempergunakan) nama-Nya kamu saling meminta satu sama lain, dan (peliharalah) hubungan silaturrahim. Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan Mengawasi kamu. ( QS. An-Nisa : 1 ) Yang Mulia yang Paling Bertaqwa Hai manusia, Sesungguhnya kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa - bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu disisi Allah ialah orang yang paling taqwa diantara kamu. Sesungguhnya Allah Maha mengetahui lagi Maha Mengenal. ( QS.Al-Hujurat :13 ) Laki dan Perempuan Berbeda Maka tatkala isteri 'Imran melahirkan anaknya, diapun berkata: "Ya Tuhanku, Sesunguhnya Aku melahirkannya seorang anak perempuan; dan Allah lebih mengetahui apa yang dilahirkannya itu; dan anak laki-laki tidaklah seperti anak perempuan. Sesungguhnya Aku Telah menamai dia Maryam dan Aku mohon perlindungan untuknya serta anak-anak keturunannya kepada (pemeliharaan) Engkau daripada syaitan yang terkutuk." ( QS. Ali Imran : 36 ) Perbedaan Pisik : Secara kodrati organ tubuh wanita berbeda dengan laki-laki. Wanita memiliki alat-alat reproduksi : Ovarium, Rahim, Tubepalopi, payudara. Wanita mengalami haid dan kehamilan. Menurut pengamatan para ahli wanita umumnya lebih pendek, lebih ringan timbangannya, lebih halus kulitnya, lebih tipis dagingnya. Kepala wanita umumnya lebih kecil. Berat otak wanita 1/44, sementara laki-laki 1/40 dari timbangan badannya. Bahunya lebih sempit, tungkai dan lengan lebih pendek, kapasitas paru-paru dan jantung lebih kecil, penulangan lebih awal, kematangan lebih awal, massa otot lebih kecil hanya 36 % sementara laki-laki 43%. Perbedaan pisik ini berpengaruh terhadap aturan yang dibuat, seperti aturan Olah raga, game dalam bulu tangkis dan volleyball misalnya dibedakan antara wanita dengan laki-laki. Dalam Undang-Undang Ketenagakerjaan, memuat aturan-aturan khusus bagi wanita. Adanya cuti hamil, cuti menyusui, fasilitas menyusui, dsb. Perbedaan Psikis: Perbedaan anatomis dan fiologis di atas juga membawa pengaruh terhadap perbedaan dari sisi psikis. Wanita umumnya lebih lembut, lebih perasa, bersifat spontan dan impulsif, lebih emosional dari pada laki-laki. Wanita biasanya tidak agresif, bersifat memelihara dan mempertahankan. Jiwa sosialnya lebih tinggi. Ada juga yang menyatakan wanita itu : lack career orientation, lack leadership potensial, undependable ( bergantung kepada….) dalam organisasi campuran pria dan wanita, wanita lebih suka memegang " Subordinate role " atau peran kedua dari pada pertama . Home oriented, cried easily, lack of confidence, uneable to separate feeling from ideals, ect. Pandangan dan Perlakuan terhadap Wanita Masyarakat Romawi Kuno : Wanita dianggap sebagai biang segala kejahatan, dan kekacauan. Urusan mereka hanya dibatasi sebatas : sumur, dapur, kasur. Hanya kaum lelaki yang memiliki hak-hak di depan hokum. Kaum lelaki saja yang berhak membeli, menjual dan memiliki.Proses kelahiran menjadi peristiwa yang mendebarkan. Jika anak yang dilahirkan dalam keadaan cacat atau berjenis perempuan, sang ayah diperbolehkan secara adapt untuk membunuhnya. Mereka menyamakan perempuan dengan budak yang hina dan patut ditindas. Aristoteles mengatakan : …Dengan demikian kita dapat menyimpulkan bahwa menurut hokum alam, harus ada unsure yang secara alamiah memerintah, dan harus ada unsure yang secara alamiah diperintah…Kekuasaan orang-orang yang bebas terhadap para budak adalah salah satu bentuk hokum alam; demikian pula kekuasaan kaum laki-laki atas kaum perempuan…. Masyarakat Yunani, memposisikan wanita pada kasta ketiga, kasta yang paling bawah dari masyarakat. Apabila seorang wanita melahirkan anak yang cacat, maka ia akan dihukum mati. Masyarakat Sparta, yang dikenal sebagai kelompok elite, biasa mengambil perempuan dari suaminya untuk dihamili oleh laki-laki yang pemberani dan perkasa dari masyarakat lain. Dalam Talmud Yahudi disebutkan : Berbahagialah orang yang mempunyai anak laki-laki, dan celakalah orang yang mempunyai anak perempuan. Masyarakat Arab Jahiliyyah : Mereka menjadikan wanita hanya sebagai penghibur dan pemuas nafsu laki-laki, mereka merasa malu dan hina jika punya anak wanita. Dan apabila seseorang dari mereka diberi kabar dengan (kelahiran) anak perempuan, hitamlah (merah padamlah) mukanya, dan dia sangat marah. Ia menyembunyikan dirinya dari orang banyak, disebabkan buruknya berita yang disampaikan kepadanya. apakah dia akan memeliharanya dengan menanggung kehinaan ataukah akan menguburkannya ke dalam tanah (hidup-hidup) ?. Ketahuilah, alangkah buruknya apa yang mereka tetapkan itu.( QS. An-Nahal : 58-59 ) Masyarakat Barat, Kaum Feminis katanya berjuang untuk mewujudkan emansipasi dan kesetaraan gender antara wanita dengan laki-laki. Mereka mengaku telah berhasil melakukan pertarungan terhadap kekuatan dan dominasi kaum laki-laki. Kaum feminis radikal bahkan menganggap laki-laki sebagai penjahat yang menggunakan kekuatannya untuk menarik manfaat dari kaum perempuan, mulai dari pemuasan ego, eksploitasi ekonomi, dominasi seksual hingga kekuasaan politik. Mereka menilai bahwa hidup dengan suami berarti hidup dengan musuh. Mereka menolak menikah, kebutuhan seks mereka penuhi dengan prostitusi, atau prilaku homoseks dan lesbi. Jika butuh anak mereka penuhi dengan adopsi. Meraka lebih senang pulang kerja dengan memberi makan kepada kucing atau anjing mereka dari pada makan bersama suami dan keluarga. Mereka mengklaim telah memiliki kehidupan dan peradaban modern dan beradab. Namun sejatinya peradaban mereka penuh dengan nuansa bar-bar dan kembali pada kebodohan dan kebiadaban. Tingginya angka aborsi, prostitusi, pemerkosaan, munculnya budaya single parent, menjadi pertanda bahwa budaya mereka tidak jauh berbeda dengan masyarakat jahiliyah tersebut di atas. Membunuh anak di Barat sekarang mungkin jarang terjadi, tapi dengan aborsi, bayi dibunuh dalam rahim, lalu ditarik keluar dalam keadaan terpotong-potong seperti sampah, sehingga tinggal kepala si janin, lalu batok kepala si janin dibolongi dan disedot otak bayi itu dengan kateter sampai habis, baru terakhir batok kepala yang sudah dibilin remuk digusur keluar dari rahim, subhanallah. Kaum wanita juga dilecehkan dengan industri pornografi. Sebuah industri yang tidak lagi memperhitungkan wanita sebagai manusia yang memiliki perasaan dan kebutuhan, tapi hanya sekedar sebagai komoditas yang layak dieksploitasi, dengan kedok " kesetaraan ". Islam Memberi Peluang Yang Sama Barangsiapa yang mengerjakan amal-amal saleh, baik laki-laki maupun wanita sedang ia orang yang beriman, Maka mereka itu masuk ke dalam surga dan mereka tidak dianiaya walau sedikitpun. ( QS. An-Nisa : 124 ) Masing-masing diberi kelebihan untuk saling Melengkapi Kaum laki-laki itu adalah pemimpin bagi kaum wanita, oleh Karena Allah Telah melebihkan sebahagian mereka (laki-laki) atas sebahagian yang lain (wanita), dan Karena mereka (laki-laki) Telah menafkahkan sebagian dari harta mereka. sebab itu Maka wanita yang saleh, ialah yang taat kepada Allah lagi memelihara diri ketika suaminya tidak ada, oleh Karena Allah Telah memelihara (mereka). wanita-wanita yang kamu khawatirkan nusyuznya., Maka nasehatilah mereka dan pisahkanlah mereka di tempat tidur mereka, dan pukullah mereka. Kemudian jika mereka mentaatimu, Maka janganlah kamu mencari-cari jalan untuk menyusahkannya. Sesungguhnya Allah Maha Tinggi lagi Maha besar. ( QS. An-Nisa : 34) Masing-Masing diberi Tanggung Jawab كلُّكم راعٍ وكلُّكم مَسؤولٌ عن رَعيَّته، والأميرُ راعٍ، والرجلُ راعٍ على أهلِ بيتهِ، والمرأةُ راعيةٌ على بيتِ زَوجِها وَوَلِدِهِ، فكلُّكم راعٍ وكلكم مسؤولٌ عن رعيَّته». ر البخاري Kamu semua adalah pemimpin, kamu semua bertanggung jawab atas rakyatnya, Seorang amir adalah pemimpin, seorang suami adalah pemimpin atas keluarganya, dan seorang istri juga pemimpin di rumah suaminya dan anak-anaknya, kamu semua adalah pemimpin, dan kamu semua bertanggung jawab atas rakyatnya. ( HR. Al-Bukhari). Kaum Feminis mengatakan bahwa jadi wanita muslimah itu susah dan berat, lihat saja peraturan-peraturan : 1) Wanita auratnya lebih susah dijaga dibanding dengan laki-laki. 2) Wanita harus minta izin suami jika mau bepergian, tapi tidak sebaliknya. 3) Persaksian wanita hanya setengah laki-laki. 4) Warisannya juga setengah laki-laki. 5) Wanita harus hamil, melahirkan dan menyusui. 6) Wanita harus taat kepada suami, tapi tidak sebaliknya 7)Talak ada ditangan suami, bukan ditangan istri. Dsb. Makanya kaum Feminis selalu berteriak dengan tidak cape-capenya untuk memerdekakan wanita muslimah. Mereka tidak mau merenungkan hal-hal sbb.: 1) Benda yang mahal dan berharga tentu akan dijaga dan disimpan di tempat yang aman dan baik. Seperti intan permata pasti tidak akan dibiarkan terserak tidak karuan. Itulah analogi seorang wanita Islam. 2) Wanita wajib taat kepada suami, tapi lelaki wajib ta'at tiga kali lebih utama dari pada kepada bapaknya. Bukankah ibu itu seorang wanita ? 3) Wanita menerima waris setengah dari laki-laki, tapi harta itu jadi milik pribadinya dan tidak harus diserahkan kepada suaminya. Sebaliknya manakala lelaki menerima waris itu , akan digunakan bagi kepentingan istri dan anaknya. 4) Wanita harus bersusah payah hamil dan melahirkan, kesusahan itu mengundang do'a malaikat dan semua makhluk di muka bumi, dan jika ia wafat karena melahirkan dimasukkan katagori syahid. 5) Seorang wanita bisa masuk surga dari pintu yang mana saja dengan : shalat 5 waktu, shaum Ramadhan, ta'at kepada suami dan menjaga kehormatannya. 6) Seorang lelaki/suami dituntut untuk pergi jihad fi Sabilillah, seorang istri dengan menaati suaminya serta menunaikan tanggung jawabnya kepada Allah akan mendapat pahala seperti pahala suaminya Subhanallah, begitu sayangnya Allah kepada kaum wanita ! Karakteristik Abad 20 dan 21 Dr. Yusuf Qardhawi dalam bukunya Ummatuna Bainal Qarnain (2001) menjelaskan tentang karakteristik abad 20 : Kemajuan yang pesat di bidang sains dan teknologi. Menguatnya tuntutan kebebasan (individualisme dan feminisme ) dan issue HAM , runtuhnya nilai-nilai keimanan dan akhlak, banyaknya perang saudara dan perang antar Negara. Di Dunia Islam ditandai dengan maraknya pendidikan Islam, gerakan pembaharuan dan kebangkitan Islam, menguatnya perang pemikiran, semangat implementasi syari'ah Islam, dsb. Sedangkan karakteristik abad 21 ditandai dengan : Kekalahan melawan Zionisme; kegagalan pembangunan dunia ketiga termasuk negeri-negeri muslim; Ketergantungan terhadap Barat makin menguat; Kegagalan penegakkan hukum, HAM, dan keadilan; Perpecahan umat, Dekadensi moral yang makin akut; Kekacauan identitas ( muslim dan non muslim); Ketegangan politik; dsb. Kedudukan wanita a) Sebagai Anak : yang wajib beribadah kepada Allah dan berbakti kepada kedua orang tuanya. Dan Tuhanmu Telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain dia dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya. jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu, Maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya perkataan "ah" dan janganlah kamu membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia. ( QS. Al-Isra : 23 ) عن أَبِي أُسَيْدٍ مَالِكِ بنِ رَبِيعَةَ السَّاعِدِيِّ ، قالَ: « بَيْنَا نَحْنُ عِنْدَ رَسُولِ الله صلى الله عليه وسلم إِذْ جَاءَهُ رَجلٌ مِنْ بَنِي سَلَمةَ فقَالَ: يَا رَسُولَ الله هَلْ بَقِيَ مِنْ بِرِّ أَبَوَيَّ شَيْءٌ أَبَرَهُمَا بِهِ بَعْدَ مَوْتِهِمَا. قال: نَعَمْ الصَّلاَةُ عَلَيْهِمَا، وَالاسْتِغْفَارُ لَهُمَا، وَإِنْفَاذُ عَهْدِهِمَا مِنْ بَعْدِهِمَا، وَصِلَةُ الرَّحِمِ الَّتي لا تُوصَلُ إِلا بِهِمَا، وَإِكْرَامُ صَدِيقِهِمَا». ر ابو داود Dari Abi Usaid Malik bin Rabi'ah As-Sa'idy ra berkata : Ketika kami bersama dengan Nabi saw tiba-tiba datang seorang lelaki dari Bani Salimah dan bertanya : Ya, Ya Rasulullah adakah peluang untuk berbuat baik kepada kedua orang tua setelah keduanya wafat ? Nabi saw menjawab : Ya, menyalatkan/mendo'akan keduanya, beristighfar untuk keduanya, menunaikan janji-janjinya sesudah keduanya tiada, bersilaturahmi kepada yang tidak bisa dihubungkan kecuali karena keduanya, dan menghormati sehabat-sehabatnya. ( HR.Abu Daud ). b) Sebagai Istri dari Seorang Suami : Berusaha menjadi istri yang shalihah عَنْ عَبْدِ الّلهِ بْنِ عَمْرٍو ؛ أَنَّ رَسُولَ اللّهِ قَالَ «الدُّنْيَا مَتَاعٌ وَخَيْرُ مَتَاعِ الدُّنْيَا المَرْأَةُ الصَّالِحَةُ». ر مسلم عن عبد الرحمن بن عوف قال : قال رسول الله صلى الله عليه وسلم : « إذا صلّت المرأة خمسها ، وصامت شهرها ، وحفظت فرجها ، وأطاعت زوجها ، قيل لها ادخلي الجنة من أي أبواب الجنة شئت » . – ر احمد c) Sebagai Ibu dari Anak-anaknya : yang berkewajiban mendidik anak-anaknya. حق الوالد على ولده : ان يحسن اسمه و ان يحسن ادابه و ان يعلمه الكتابة و السباحة والرماية و ان لا يرؤقه الا طيبا و ان يزوجه اذا ادرك – ر الحاكم Tugas orang tua kepada anaknya : memberi nama yang baik, memperbagus akhlaknya, mengajarinya tulis baca, berenang, memanah, dan tidak memberinya makanan kecuali yang halal dan baik, dan menikahkannya jika ketemu (jodohnya). ( HR. Al-Hakim ) d) Sebagai Anggota Masyarakat : Melakukan berbagai aktifitas dan amal perbuatan yang baik dan bermanfaat sesuai dengan kapasitas dan kemampuannya. Katakanlah: "Hai kaumku, berbuatlah sepenuh kemampuanmu, Sesungguhnya akupun berbuat (pula). kelak kamu akan mengetahui, siapakah (di antara kita) yang akan memperoleh hasil yang baik di dunia ini. Sesungguhnya orang-orang yang zalim itu tidak akan mendapatkan keberuntungan. ( QS. Al-An'am : 135 ) 1 Komentar :
Isi Komentar :annake 13 Agustus 2010 - 11:33:01 WIB subhanallah.. |
||||
|
|||||