Fitnah Teroris

Selasa, 26 Januari 2016 20:31:48

Facebook Google+ Twitter


Teror berasal dari kata “ Terere “ bahasa latin , yang artinya menakut-nakuti atau yang menyebabkan ketakutan.  Jadi “ Teroris “ adalah orang atau kelompok orang atau bahkan negara dan penguasa yang membuat orang lain ketakutan. Revolusi Prancis pada akhir abad ke-18 dinilai telah menumbangkan sebuah rezim teror – Raja Louis XIV . Jadi siapapaun dan dimanapun pada dasarnya bisa melakukan aksi teror. 

Batas antara teroris dan bukan teroris akan menjadi sangat tipis tergantung  dari sudut pandang mana dan siapa yang menilai. Seseorang  seperti halnya Usamah bin Laden atau Abu Bakar Baasyir oleh suatu negara dianggap sebagai seorang teroris, tapi oleh para pengikutnya, santrinya dan masyarakat yang bersimpati kepadanya mereka justru dipandang sebagai mujahid atau pejuang.  Sebaliknya dengan Ariel Sharon dan George Bush oleh para pendukungnya mungkin dianggap sebagai pejuang HAM dan perdamaian, tapi oleh bangsa lain seperti Palestina, Irak, Afganistan, dsb. Justru keduanya diangap sebagai Super Teroris. 

Tapi karena media massa terkemuka baik nasional maupun internasional mayoritas dikuasai Yahudi dan Kristen, maka sekarang ini stigma atau tuduhan  Teroris itu sepertinya identik dengan Islam. Bahkan bisa dikatakan dewasa ini sedang terjadi perang menggempur Islam dengan selubung dan dalih terorisme. 

Seperti dikatakan oleh Prof. Richard Bulliet dari University of Columbia : “ We at some point are going to reach a threshold where people no longer need evidence to believe in a generic terrorist threat, from religious muslim fanatics “.  (  Orang AS suatu ketika akan percaya dan meyakini tanpa perlu bukti apapun, bahwa ancaman teroris selalu datang dari orang muslim fanatik. ). Apa yang dikatakan oleh Prof. Richard tersebut sekarang sudah jadi kenyataan, ketika terjadi aksi teror, telunjuk orang selalu dialamatkan kepada Islam atau gerakan Islam. Apalagi kalau kita memperhatikan daftar organisasi teroris yang dibuat oleh Pemerintah AS atau PBB, sebagian besarnya adalah organisasi Islam, seperti : Abu Nidal Organization; Armed Islamic Group ( Aljazair ); Al-Jihad ( Mesir ) ; National Islamic Front ( Sudan ); Thaliban ( Afganistan ) ; Jamaat Ulama Islami ( Pakistan ); Harakatul Anshar ( India ) ; Al-Aqsha Martyr’s Brigade ( Paletina ); HAMAS ( Palestina ); Palestinian Islamic Jihad ( Palestina ); Salafist Group for Call and Combat ; Hizbullah ( (Libanon ); Abu  Sayaf Group ( Filipina ); Al-Qaidah ; dan Jamaah Islamiyyah ( JI ), dsb.

Padahal teror bisa dilakukan kelompok lain di luar Islam, seperti : American Millitant Extremist ( AS ) ; Klu Klux Klan (AS ) ; David Koresh (AS) ;  Timothy Vc Veigh (AS) ; Michael Bray ( AS ) ; Baader Meinhof ( Jerman ); Brigade Merah ( Italia ); Kelompok Basque ( Spanyol ); Kahana Chai ( Israel ) Tupac Amaru ( Peru ); Sikh ( (India ); Aum Shinrikyo ( Jepang ) dsb. 

Coba kita tanya rakyat Afganistan dan rakyat Irak siapa teroris itu ? bisa dipastikan jawabannya : George Bush ! ; Coba kita tanya rakyat Palestina,  siapa the real terrorist itu? pasti jawabnya : Ariel Sharon dan Zionisnya ! Coba kita tanya rakyat di lebih dari  25 negara berkembang yang pernah diserang AS : “ Negara manakah yang paling banyak menakut-nakuti negara dan bangsa lain ? “ jawabannya bisa dipastikan : AS ! jadi negara manakah sebenarnya biang teror itu kalau bukan AS dan sekutunya. Kenapa  kelompok Pejuang Palestina yang mempertahankan hak-haknya selalu dituduh sebagai teroris ? sementara Zionis Israel dengan dukungan AS dan sekutunya setiap hari membantai rakyat Palestina tidak disebut sebagai teroris ?

Mengapa ketika Bom Bali meledak dengan korban jiwa sekitar 200 orang, perhatian mas media, pemerintah dan masyarakat  begitu tersedot ? padahal korban perang etnis di Kalimantan, Perang antar agama di Maluku, dan tragedi Kupang pasca pidato Theo Safei, jauh lebih besar dan lebih banyak, tapi  sedikit sekali perhatian yang diberikan ! Apa karena Bom Bali korbannya mayoritas orang asing, sehingga lebih berhaga dibanding dengan bangsa sendiri ? atau karena memang semua itu merupakan bagian dari grand design Kaum Kafir dan Islamopobia untk menyudutkan Islam ?

Banyak pihak angkat topi dengan keberhasilan polisi menyibak siapa pelaku dibalik bom Bali itu ? dengan menangkap tersangka Amrozy dkk. yang kebetulan datang dari lingkungan sebuah pondok Pesantren. Jika itu benar bisa dibuktikan di pengadilan dan di lapangan melalui rekonstruksi , termasuk rekonstruksi pembuatan bom sedahsyat itu, maka akan semakin banyak telunjuk di alamatkan kepada Islam atau gerakan Islam sebagai teroris. Oleh sebab itu hendaknya masyarakat muslim khususnya tidak terburu-buru percaya dengan temuan polisi ini, masih banyak kejanggalan dan pertanyaan yang harus dijelaskan oleh pihak kepolisian. Joe Vialls, pakar bom dan investigator independen Australia menilai : “ Tak mungkin seorang amatiran seperti Amrozy mampu merakit bom yang meledak di Bali. Bom itu jauh lebih dahsyat dari C-4 dan tidak mungkin dibuat oleh amatiran. Mengatakan bom Bali sebagai bom rakitan dari potasium klorat (karbit) adalah analisis idiot murni . “ TNI saja belum mampu membuat bom sedahsyat itu, demikian juga Polisi yang baru bisa menjinakkan bom yang tidak meledak (?) Pertanyaan lain “Mengapa kepolisian pada awal penyelidikan bom Bali menyatakan bahwa bom itu dari jenis C-4 kemudian jadi RDX lalu  jadi TNT dan terakhir jadi bom Karbit ? Tidakkah semua ini hanya merupakan proyek karbitan denga pelaku orbitan dengan dalang dan aktor itelektual yang tak pernah terungkap dan tersentuh hukum seperti kisah-kisah lama  di zaman rezim Orde Baru ? Wallahu ‘alam. 

Arsip Fikroh Majalah RISALAH Tulisan KH. Drs. Shiddiq Amien, MBA

Artikel Terkait


Asep Iwan G., M.Pd.I | Fikroh

Tambah Komentar

Komentar

Komentar tidak ditemukan