|
|
|||||
|
|
|||||
|
|
Khutbah Iedul Fithri 1424 H / 2003 M (sebuah Hand Out)Diposting oleh : Admin Jumat, 03 September 2010 - 05:31:15 WIB Dibaca: 731 kali
Khutbah Iedul Fithri 1424 H / 2003 M
Para Al-A’idin wal-A’idaat ! Alhamdulillah kita semua bersyukur kepada Allah yang masih memberi kesempatan dan kemampuan kepada kita untuk bisa melaksanakan Ibadah selama bulan Ramadhan yang penuh berkah dan maghfirah Allah, serta shalat Iedul Fithri pada pagi hari ini.. Kita semua berharap dan berdo’a semoga segala amal ibadah yang telah kita laksanakan tsb., diterima oleh Allah swt sebagai amal yang mabrur dan makbul, Menjadi wasilah Allah mengampuni segala kealfaan dan dosa kita, menjadi kunci pembuka pintu surga dan penutup pintu neraka, seperti yang dijanjikan Nabi saw. kepada kita, dan semoga dalam sisa hidup kita yang masih akan tersisa ini, Allah senantiasa membimbing kita dengan rahmat, Inayah dan hidayah-Nya, serta memberi kekuatan dan kemampuan kepada kita untuk bisa meningkatkan kwalitas iman , ilmu dan amal sholeh kita.
Melalui mimbar ini selaku khotib saya mengajak para jamaah semua : Pertama, untuk mengisi lembaran hidup kita yang masih akan tersisa entah sampai kapan, dengan upaya peningkatan prestasi ilmu, iman dan amal sholeh kita. Jangan kita merasa puas dengan ilmu dan amal sholeh yang sudah diraih dan dikerjakan, sebagaimana diperintahkan oleh Allah swt. Fa idza faraghta fanshab !
Kedua, Mari kita tingkatkan upaya dan usaha kita untuk memelihara kebersihan dan kesucian jiwa dan bathin kita dari kotoran dosa, baik dosa yang dilakukan oleh anggota jasmani kita, seperti dosa : mata, telinga, lidah, tangan, perut, dsb. maupun dosa yang berbentuk penyakit hati, yang bisa menghinggapi siapa saja tanpa pandang bulu, apakah itu kiai, santri, haji, ahli ngaji, dsb.
Usaha memelihara kebersihan jiwa kita itu bisa dilakukan dengan “ Mujahadah “ Meningkatkan kesungguhan kita dalam beramal sholeh. “ Muraqabah “ Sikap merasa selalu diawasi oleh Allah, dimanapun kita berada, apapun yang kita lakukan dan katakan, yakin Allah Maha Mengetahui. Muhasabah Selalu introspeksi diri, sibuk dengan kekurangan dan aib diri sendiri, bukan malah sibuk dengan menilai orang lain. Atau menggunjing kekurangan orang lain . Kemudian Taubah atau Istighfar Segera memohon ampunan Allah bila diri kita sadar telah terlibat perbuatan dosa.
Ketiga, Mari kita per-erat silaturahmi kita dengan keluarga kita sesuai dengan amanat Allah Quu Anfusakum wa ahlikum naro , Kita didik dan bimbing mereka dengan didikan dan bimbingan keislaman, agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa, jadi manusia soleh dan berbakti. Nabi saw. menjanjikan : ‘ idza arodallohu bi ‘abdin khoiran faqqohuhu fid-dien “ ( Jika Allah bermaksud memberi kebaikan kepada seseorang , Allah akan jadikan ia faham tentang agamanya- HR. Muslim ) Jangan biarkan mereka menjadi budak hawa nafsu, jadi budak Naza dan Narkoba, miras dan pergaulan bebas, jangan biarkan silaturahmi kita putus dengan mereka, seperti putusnya silaturahmi Nabi Nuh dengan putranya yang bernama Kan’an. Ketika si Kan’an ditenggelamkan oleh Allah ditelan lautan banjir, Nabi Nuh mengajukan pertanyaan : Keempat, Mari kita bersihkan harta kita dan sucikan jiwa kita dengan senantiasa menunaikan kewajiban yang ada dalam harta tersebut, dalam bentuk Zakat, Infaq, wakaf dan Shadaqah, sebagai “ Al-Baqiyatu Sholihat “ sesuatu yang kita sisihkan dalam kesolihan, yang Insya Allah akan menjadi benteng dan penghalang diri kita dari siksa api neraka. Kecintaan kita dengan harta adalah sebuah garizah, karakter dan pembawan manusia, tapi jangan kemudian membawa diri kita lupa untuk dzikir dan beribadah kepada Allah, Kecintaan kepada harta dan kesenangan dunia jangan mebuat kita lupa akan ketentuan dan batas-batas hukum yang telah digariskan Allah, tidak peduli lagi halal dan haram, apalagi jika kecintaan itu sudah berubah menjadi sebuah penyakit, yaitu penyakit “ Hubbud dunya”, yakni sebuah penyakit yang membawa seseorang tidak pernah merasa tumaninah, tenang dan betah dalam beribadah, karena fikiran dan hatinya selalu digoda oleh urusan harta dunia. Maka jika itu telah menghinggapi jiwa kita , akan merugilah diri kita.
Al-A’idien wal-A’idat !
Setiap datang bulan Ramadhan, Sepertinya kita sudah kehabisan kata-kata untuk meminta ditutupnya tempat2 maksiat. Pemerintah, baik Daerah maupun tingkat Pusat dengan aparat keamanannya belum menunjukkan usaha yang serius utk menertibkannya apalagi menghentikannya.
Hari ini alhamdulillah kita masih bisa merayakan Idul Fithri dengan tenang dan damai, tapi belum tentu bisa dirayakan dengan suasana yg sama oleh saudara-saudara kita di Palestina, yang terus menerus berada dalam bayang-bayang dan intaian kekejaman dan kebiadaban kaum zionis Israel – Laknatullah alaihim ! saudara-saudara kita di Irak, yang sedang dihimpit krisis politik dan ekonomi yang berkepanjangan, akibat embargo PBB yang kemudian diikuti oleh agresi dan invasi AS dan Sekutunya. Sebuah negara yg sedang dicabik-cabik integritas dan kedaulatan negaranya oleh kecongkakan dan arogansi AS dan sekutunya, sehingga selama 10 tahun terakhir ini lebih dari satu juta rakyat Irak mati, lebih dari setengahnya adalah anak-anak , akibat perang dan kelaparan serta kekurangan gizi. Saudara-saudara kita di Afganistan yang masih terus dihantui oleh konflik dan peperangan antar etnis, suku dan kelompok yang berkepanjangan serta sebagai akibat agresi AS dan sekutunya yang telah meluluh lantakkan tatanan kehidupan islami yang dibangun oleh penguasa Thaliban dan telah memakan ribuan korban jiwa. Saudara-saudara kita di Chechnya, dan belahan bumi lainnya. Tak terkecuali saudara-saudara kita di Aceh , Poso dan Maluku yang belum merasa aman dari konflik horizontal dan vertikal, yang belum bisa dicarikan penyelesaian yg konprehensif dan dicarikan akar masalahnya, juga saudara-saudara kita yang ditimpa musibah bencana alam, seperti yang terjadi di langkat, atau saudara-saudara kita yang jadi korban penggusuran, dan yang lainnya. Al-‘Aidin wal-‘Aidat ,
Al-‘Aidin wal-‘Aidat , Ibadah di bulan Ramadhan mengandung nilai tarbiyyah, nilai pendidikan, yang mendidik diri kita utk menjadi manusia yang Zuhud , yakni manusia yang tidak diperbudak oleh dunia. Harta benda, tahta dan ilmu serta wibawa yang dimiliki sebesar dan stinggi apapun ia syukuri, dan ia jadikan bekal untuk meraih kebahagiaan yang abadi. mendidik diri kita untuk menjadi manusia yang Peka dan Peduli terhadap nasib dan penderitaan kaum dlu’afa, menjadi manusia disiplin dan taat aturan . Serta mendidik diri kita agar memiliki Ruhul Jihad atau semangat juang yang tinggi untuk menghadapi dan melawan setiap bisikan, upaya dan invasi syetan terhadap diri kita, yang akan memalingkan akidah tauhid kita kepada kemusyrikan dan kekufuran, baik syetan dari golongan jin, maupun syetan dari golongan manusia, manusia yang phobia atau benci terhadap Islam.
Padahal siapapun bisa melakukan teror. Bahkan yang lebih banyak adalah teror yang dilakukan oleh sebuah negara terhadap negara lain, teror oleh negara terhadap rakyatnya. (State terorrism ). Bukankah masyarakat internasional tahu negara manakah yang paling banyak menakut-nakuti negara dan bangsa lain, kalau bukan AS !
Setelah dua tahun berlalu, ternyata pemerintah AS tidak mampu menunjukkan hard evidence ttg keterlibatan muslim atau gerakan islam terlibat dalam tragedi 11 september itu, sehingga kemudian memunculkan berbagai teori konspirasi, seperti penilaian Prof. Michel Chossudovky dari Centre for Reserch On Globalization dari Universitas Ottawa Canada, bahwa tragedi 11 September 2001 itu hanyalah akal bulus dan rekayasa Penguasa AS sendiri dengan memanfaatkan agen-agen mossad Zionis Israel dengan mengorbankan ribuan rakyatnya mati demi mencari alasan pembenar agresi dan serbuan AS terhadap Afganistan, dan negara-negara Islam lainnya. Dengan dalih memerangi terorisme ! Atau Seperti diungkap Andreas von Buelow, Mantan mentri riset Jerman, dalam bukunya “ “CIA dan 11 September “ menyatakan bahwa pesawat yang ditabrakan ke gedung WTC itu tidak dipiloti oleh pembajak militan, melainkan oleh remote control ( pengendali jarak jauh ). Dia juga menyatakan bahwa intelijen AS (CIA ) dan agen rahasia Israel ( Mossad) terlibat dalam perencanaan 11 September. Gerard Wisnewski dalam bukunya “ 0perasi 11 September “ yang dicetak ulang empat kali dalam waktu 3 minggu, berpendapat bahwa menara kembar itu diledakkan dengan menggunakan bahan peledak yg sudah dipasang sebelum ditabrak pesawat. Bahkan banyak pihak percaya bahwa tragedi 11 September itu merupakan grand design Kaum Zionis Israel dengan menggunakan modal akses dan lobbinya yang sangat kuat di AS. Mereka telah menarik dan memanfaatkan kekuatan yg dimiliki AS, baik kekuatan politik, ekonomi maupun militer untuk memerangi Islam – Tanpa Hard evidence ( bukti yang akurat ) Rezim AS langsung menuduh pelakunya adalah Al-Qaidah pimpinan Usamah . Kemudian dengan mengabaikan protes dan keberatan banyak pihak, AS dan sekutunya meluluh lantakkan bumi Afganistan. Kini dengan dalih yang sama, yakni dalih “ Sarang teroris, Poros Kejahatan, dan alasan-alasan lain “ banyak bangsa dan negara dibidiknya : Syiria, Somalia, Yaman, Sudan, Pakistan, Iran, Arab Saudi, Malaysia dan bahkan Indonesia. Presiden Bush dengan congkaknya pernah berkata : Every nation in every region has a decision to make : either you are with us, or you are with the terorrist. From this day forward any nation that continues to harbor or support terrorism will be regarded by USA as a hostile regime “ ( Setiap negara di setiap wilayah harus mengambil keputusan, apakah mau berpihak kepada AS atau kepada teroris, dari mulai saat ini ke depan, setiap negara yg melindungi atau membantu teroris akan dianggap oleh AS sebagai penguasa jahat ).
Dengan ultimatum ini banyak pemimpin Islam yg mendukung serangan AS ke Afganistan, mendukung penyerbuan ke Irak, bahkan banyak yang dengan rela dan dengan mengorbankan harga diri sebagai sebuah bangsa , menjadi budak dan manut atas segala tekanan AS, mereka menangkapi tokoh-tokoh Islam dengan dalih terlibat teroris. Mereka juga mendukung dimasukkannya beberapa organisasi pergerakan Islam atau organisasi yang memperjuangkan kemerdekaan negrinya sebagai organisasi teroris dalam terminologi AS dan sekutunya. Sebagai ilustrasi dari apa yang saya kemukakan, mari kita tengok daftar organisasi teroris yg dibuat Penguasa AS, dari 35 organisasi, 23 diantaranya adalah organisasi Islam. Padahal teror bisa dilakukan oleh orang atau kelompok di luar Islam seperti di AS sendiri ada : American Millitant extremist, Klu Klux Klan, David Koresh, Timothy Mc Veigh, Michael Bray, dan extimist Pat Robertson; di Jerman ada Baader Meinhof; di Itali ada Brigade Merah, di Spanyol ada Klp. Basque di Israel ada Kahana Chai, di peru ada Tupac Amaru, di Inggris ada IRA, di jepang ada Aumn Shinrikyo, dsb Tapi kenapa Zionis Israel dengan gembongnya Ariel Syaron yg haus darah tidak dimasukkan sebagai teroris ? malah setiap tahun tidak kurang dari 3 Milyar dollar bantuan mengalir dari pemerintah AS ke kas Zionis itu !/
Kita memang tidak bisa menutup mata atas kenyataan adanya elemen kaum muslimien yang terlibat aksi-aksi teror, khusunya dari kalnagn anak muda yang punya ghirah keislaman yang cukup tinggi, tapi mereka tidak menyadari bahwa fdirinya sedang dimanfaatkan oleh pihak lain. Atau mungkin juga aksi mereka itu murni atas inisiatif sendiri, tapi mereka dinilai “ Ghuluw “ atau tidak proporsional dalam memahami nilai-nilai Islam, terutama dalam memaknai “ Jihad “ . Wallohu a’lam. Al-A’idien wal-A’idat , Allohu Akbar walillahilhamdu ! Hari ini kita berkumpul di tempat ini, merayakan Iedul Fithri insya Allah dengan suasana hati yang bahagia, setelah kita tuntas menunaikan ibadah selama bulan Ramadhan, dengan memakai pakaian terbagus yang kita miliki, bahkan tidak sedikit diantara kita yang sudah mempersiapkannya sejak awal Ramadhan. Mudah-mudahan tidak membuat kita lupa diri, berbuat isyraf ( berlebihan ) dan tabdir ( memubazirkan harta ), sebab jika itu yang terjadi, itu mengindikasikan bahwa nilai tarbiyyah selama bulan Ramadhan belum beratsar banyak dalam jiwa kita .
Dan sesungguhnya kamu akan datang kepada-Ku sendiri-sendiri, sebagaimana waktu kamu diciptakan pertama kali ( waktu lahir ), dan kamu tinggalkan di belakng kamu ( di dunia ) apa yang telah Aku berikan kepadamu, dan Aku tidak melihat bersamamu pemberi syafaat yang kamu anggap bahwa mereka itu sekutu-sekutu Tuhan di antara kamu . Sunguh telah terputuslah pertalian antara kamu, dan telah lenyap dari pada kamu apa yang dahulu kamu angap ( sebagai sekutu Alah ) . QS Al-An-‘am : 94 Pada hari kiamat, amal yang baik dan buruk sekecil apapun akan ditunjukkan. Dalam hadits di atas dijelskan bahwa matahari akan didekatkan, sehingga umat manusia mengalami kesusahan dan kepayahan yang tak tertahankan. Umat manusia kemudian bersepakat mencari o0rang yang bisa memberi syafaat ( pertolongan ), dan yang diminta adalah para Nabi dan Rasul, mulai dari nabi Adam as sampai dengan Nabi Muhammad saw. Salkah satunya adalah Nabi Ibrahim as ,juru bicara manusia akan meminta : “ Wahai Ibrahim, engkau adalah nabi, rasul dan kekasih Allah ( Kholilullah ), tidakkah engkau memperhatikan nasib kami, dijemur Allah di terik matahari yang dahsyat ini, tolonglah kami, menghadaplah engkau kepada Allah, bebaskan kami dari derita ini. “ Nabi Ibrahim as akan menjawab : Aku tidak sanggup, sebab Allah lagi marah kepadaku saat ini, yang belum pernah marah sebelumnya, dan tidak akan pernah marah lagi sesudahnya. Manusia bertanya : Mengapa engkau dimarahi Allah ? NABI ibrahim menjawab : Aku pernah bohong seumur hidupku tiga kali. ( HR. Al-Bukhari ).
Al-Aidien wal Aidat ! Insya Allah jika ibadah kita, khusunya selama Ramadhan, umumnya di bulan-2 seterusnya, kita dasari dengan iman yang kuat, dengan hati yang tulus ikhlas semata karena Allah, senantiasa mengikuti jejak dan petunjuk Rasulullah saw , memperbanyak do’a dan istighfar atas segala dosa yang kita perbuat, berusaha meminimalkan diri terlibat maksiat dan dosa, paling tidak kita hanya dimarahi Allah saat berkumpul di padang mahsyar saja, seperti hanya nabi Ibrahim as dan nabi-nabi lainnya, kecuali nabi Muhammad saw., tidak lantas dilempar ke dalam kehinaan dan api neraka. Para Al-Aidin wal Aidat ! Kita semua tentu menyadari, bahwa semua peristiwa yang terjadi dalam diri kita, keluarga kita, juga fitnah yang menimpa kaum muslimin secara kolektif, tentu tidak lepas dari iradah dan qudrah Allah, untuk menguji kita sejauh mana kwalitas keimanan, dan ketaqwaan kita, serta sejauh mana usaha dan ikhtiar kita untuk melaksanakn tugas sebagai hamba Allah, juga tugas dakwah dalam rangka membuktikan bahwa umat Islam adalah umat terbaik, dan Islam adalah Rahmatan lil’alamien. Mudah-mudahan Ibadah kita hari-hari ini, baik itu shaum , shalat Ied, zakat, infak, sedekah, dzikir dan do’a kita , tholabul ilmi dan tadarus kita, dsb. diterima oleh Allah sebagai amalan sholihan, menjadikan kwalitas iman, taqwa dan amal shaleh kita semakin meningkat, ruhul jihad atau semangat juang kita semakin membara, sehingga langkah kita ke depan semakin tegap dan mantap, semakin baik dan berkwalitas, sebab rugilah orang yang hari ini dan hari esok lebih buruk dari hari kemarin !
Ya Allah Yang Maha Pengampun, anpunilah dosa kami, dosa ibu bapak kami, limpahkanlah kepada kami karunia-Mu, bimbinglah kami dengan rahmat, Inayah dan hidayah-Mu, berilah kami kekuatan lahir dan bathin untuk mengisi sisa lembaran hidup kami, dengan ilmu, iman dan amal sholeh yang lebih baik, lebih berkwalitas. Kami semua di tempat ini berkumpul untuk mengumandangkan kalimah takbir, tahmid, dan tahlil, sebagai ungkapan kebahagiaan dan rasa syukur kami kepada-Mu ya Allah. Terimalah syukur kami ! Di tempat ini kami bersujud kepada-Mu ya Rahman ya Rahim , sebagai ungkapan rasa rumoso kami, bahwa hidup kami bergelimang dosa dan kesalahan, kami sering mengabaikan perintah-Mu dan perintah Nabi-Mu, sering melanggar larangan-Mu dan larangan Nabi-Mu, Kami semua sadar ya Rabbi, tanpa ampunan-Mu, tanpa kasih sayang-Mu, pasti kami akan menjadi manusia-manusia yang rugi, ampunilah kami ya aziz ya ghoffar ! jadikanlah kami orang-orang yang selamanya ada dalam ridho-Mu.
0 Komentar :
Isi Komentar : |
||||
|
|||||