Pesantren Persatuan Islam Benda, Jl. Cisalak No. 15 Benda Nagarasari Cipedes Tasikmalaya 46132, Jenjang Pendidikan Madrasah Tsanawiyyah terakreditasi A Madrasah Aliyah Terakreditasi A

Khutbah Iedul Fithri 1424 H / 2003 M (sebuah Hand Out)


Diposting oleh : Admin
Jumat, 03 September 2010 - 05:31:15 WIB
Dibaca: 731 kali


Khutbah Iedul Fithri  1424 H / 2003 M
Oleh : Drs. H. SHIDDIQ AMINULLAH


Allahu Akbar-2 Walilahilhamdu

Para Al-A’idin wal-A’idaat !

Alhamdulillah kita semua bersyukur kepada Allah yang masih memberi kesempatan dan kemampuan kepada kita untuk bisa melaksanakan Ibadah selama bulan Ramadhan yang penuh berkah dan maghfirah Allah, serta shalat Iedul Fithri pada pagi hari ini.. Kita semua berharap dan berdo’a semoga segala amal ibadah yang telah kita laksanakan tsb., diterima oleh Allah swt sebagai amal yang mabrur dan makbul,  Menjadi wasilah Allah mengampuni segala kealfaan dan dosa kita,  menjadi kunci pembuka pintu surga dan penutup pintu neraka,  seperti yang dijanjikan Nabi saw. kepada kita, dan  semoga dalam sisa hidup kita yang masih akan tersisa ini, Allah senantiasa membimbing kita dengan rahmat, Inayah dan hidayah-Nya, serta memberi kekuatan dan kemampuan kepada kita untuk bisa meningkatkan kwalitas iman , ilmu dan amal sholeh kita.

Melalui mimbar ini selaku khotib saya mengajak para jamaah semua : Pertama, untuk mengisi lembaran hidup kita yang masih akan tersisa entah sampai kapan, dengan upaya peningkatan prestasi ilmu, iman dan amal sholeh kita. Jangan kita merasa puas dengan ilmu dan amal sholeh yang sudah diraih dan dikerjakan, sebagaimana diperintahkan oleh Allah swt.  Fa idza faraghta fanshab !
Dengan umur yang masih tersisa, dan dengan sejumlah nikmat yang telah Allah berikan,kita perbaiki keadaan diri, keluarga dan masyarakat di sekitar kita,   sebelum segalanya menjadi terlambat, sebelum segalanya menjadi sebuah penyesalan tak berarti. Yakni ketika usia semakin kasip, tenaga dan kemampuan yg terus berkurang, badan yg  terus melemah. Bukankah rambut hitam yang kemudian berubah memutih, mata dan telinga yang menjadi rabun dan kabur, gigi yg tanggal satu persatu sambil menyakiti, itu adalah   “rasulul maut “yang mengimngatkan kita bahwa ajal kita  terus mendekat ? Mari kita menoleh ke kiri dan kanan , bukankah sudah banyak anggota keluarga, teman dan handai tolan kita yang telah pergi mendahului kita, kembali ke haribaan Ilahi Rabbi ? Apa yang sudah kita siapkan untuk menghadapi semua itu?  menyusul mereka yang telah lama pergi ?

Kedua,  Mari kita tingkatkan upaya dan usaha kita untuk memelihara kebersihan dan kesucian jiwa dan bathin kita  dari kotoran dosa,  baik dosa yang dilakukan oleh anggota jasmani kita, seperti dosa : mata, telinga, lidah, tangan, perut, dsb. maupun dosa yang berbentuk penyakit hati, yang bisa menghinggapi siapa saja tanpa pandang bulu,  apakah itu kiai, santri, haji, ahli ngaji, dsb.
Seperti penyakit  Hasud  alias dengki atas anugrah Allah kepada seseorang.
Penyakit  Riya yakni keinginan untuk mendapat pujian dan sanjungan dari sesama manusia ketika mengamalkan satu kebajikan. Ia tidak ikhlas. Dendan, yang merupakan ekspresi dari keengganan membukan pintu maaf atas kesalahan orang lain, dan mendorong diri untuk melakukan pembalasan.   Syukuk atau ragu terhadap kebenaran Islam , terhadap hari akhir, terhadap hisaban Allah atas segala amal perbuatan dirinya, terhadap kebahagiaan di surga dan penderitaan di neraka.  Serakah alias rakus terhadap dunia, ia tidak pernah peduli terhadap kaum dlu’afa,  bahkan ia korup dan  berbuat zalim terhadap sesama, apalagi jika di hatinya ada penyakit


kibir  atau sombong karena merasa diri kaya, cantik, berkedudukan, berlimu sehingga kemudian merendahkan dan menghina orang lain. Bakhil alias kikir tak mau menafakahkan hartanya di jalan Allah,  atau menololong kaum dlu’afa. Mudahanah  atau dayus atau cuek dan tidak peduli atas segala bentuk kemaksiatan yang terjadi di depan matanya atau di sekeliling dirinya.
Ingatlah bahwa tidak ada yang bisa selamat kelak di hari kiamat, di hadapan pengadilan Allah yang Maha Adil  “  illa man atalloha bi qolbin saliim. “  ( Kecuali mereka yang datang menghadap Allah dengan hati dan jiwa yang bersih )

Usaha memelihara kebersihan jiwa kita itu bisa dilakukan dengan  “ Mujahadah “ Meningkatkan kesungguhan kita dalam beramal sholeh.  “ Muraqabah “  Sikap merasa selalu diawasi oleh Allah, dimanapun kita berada, apapun yang kita lakukan dan katakan, yakin Allah Maha Mengetahui.  Muhasabah  Selalu introspeksi diri, sibuk dengan kekurangan dan aib diri sendiri, bukan malah sibuk dengan menilai orang lain. Atau menggunjing kekurangan orang lain . Kemudian  Taubah atau Istighfar  Segera memohon ampunan Allah bila diri kita sadar telah terlibat perbuatan dosa.

 Ketiga, Mari kita per-erat silaturahmi kita dengan keluarga kita sesuai dengan amanat Allah   Quu Anfusakum wa ahlikum naro , Kita didik dan bimbing mereka dengan didikan dan bimbingan keislaman, agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa, jadi manusia soleh dan berbakti. Nabi saw. menjanjikan :  ‘ idza arodallohu bi ‘abdin khoiran faqqohuhu fid-dien “ ( Jika Allah bermaksud memberi kebaikan kepada seseorang , Allah akan jadikan ia faham tentang agamanya- HR. Muslim ) Jangan biarkan mereka menjadi budak hawa nafsu, jadi budak Naza dan Narkoba, miras dan pergaulan bebas,  jangan biarkan silaturahmi kita putus dengan mereka, seperti putusnya silaturahmi Nabi Nuh dengan putranya yang bernama Kan’an. Ketika si Kan’an ditenggelamkan oleh Allah ditelan lautan banjir, Nabi Nuh mengajukan pertanyaan :
“ Ya Tuhanku, sesungguhnya anakku termasuk keluargaku, dan sesungguhnya janji Engkau itulah yang benar, Dan Engkau adalah hakim Yang Maha Bijaksana.”  Allah berfirman : “ Hai Nuh, Sesunguhnya dia bukanlah termasuk keluargamu, sesunguhnya perbuatannya perbuatan yang tidak baik. “  QS. Hud : 45-46.

Keempat, Mari kita bersihkan harta kita dan sucikan jiwa kita dengan senantiasa menunaikan kewajiban yang ada dalam harta tersebut, dalam bentuk Zakat, Infaq, wakaf dan Shadaqah, sebagai “ Al-Baqiyatu Sholihat “ sesuatu yang kita sisihkan dalam kesolihan,  yang Insya Allah akan menjadi benteng dan penghalang diri kita dari siksa api neraka.  Kecintaan kita dengan harta adalah sebuah garizah, karakter dan pembawan manusia, tapi  jangan kemudian membawa diri kita lupa untuk dzikir dan beribadah kepada Allah,   Kecintaan kepada harta dan kesenangan dunia jangan mebuat kita lupa akan ketentuan dan batas-batas hukum yang telah digariskan Allah, tidak peduli lagi halal dan haram, apalagi jika kecintaan itu sudah berubah menjadi sebuah penyakit, yaitu penyakit “ Hubbud dunya”, yakni sebuah penyakit yang membawa seseorang tidak pernah  merasa tumaninah, tenang dan betah dalam beribadah, karena fikiran dan hatinya selalu digoda oleh urusan harta dunia. Maka jika itu telah menghinggapi jiwa kita , akan merugilah diri kita.

Al-A’idien wal-A’idat !
Hari ini, meski dalam suasana  yg masih diwarnai oleh himpitan ekonomi , ketidak pastian hukum dan politik dan kesulitan kehidupan, Kita semua tetap berusaha untuk menjadi manusia yang pandai  bersyukur, Kesulitan hidup dan himpitan ekonomi tidak mendorong kita untuk berbuat hal-hal yang melanggar syariat, sebab jika itu yg kita lakukan , kita menjadi rugi dua kali. Ya sudah hidup susah, berdosa pula !


Kita semua memang  merasa sangat prihatin,  dengan kemerosotan akhlak yang terjadi di tengah masyarakat kita, bahkan telah menggerogoti pilar-pilar moral, seperti Kiai, Pendeta, pastur, polisi, jaksa, hakim, pemuka masyarakat dan para pemimpin bangsa.  Kini semakin   banyak orang yg begitu bangga dengan dosa, pamer kemewahan hasil kejahatan, melakukan kebohongan publik demi sebuah kursi dan jabatan, mempertontonkan  arogansi kekuasaan  di hadapan orang-orang lemah, begitu kasat mata dan kian kronis mafia hukum dan korupsi   Hasil survei Political and Economic Risk Consultancy (PERC) yang menyebutkan skors korupsi di Indonesia tahun 2000 adalah 9,38 persen, tahun 2001 naik jadi 9,50 persen dan tahun 2003 melambung ke titik yang sangat kronis yakni 9,92 persen, sebuah skors yang mendekati nilai sempurna. Atau seperti dilaporkan Tranparancy International, dari 133 negara yang disurvei, Indonesia berada pada posisi keenam terkorup di dunia dan nomer dua di Asia setelah Bangladesh. Sebuah kenyataan yang berbanding terbailk dengan pringkat di bidang Indeks Pembangunan Manusia ( IPM ) yang semakin melorot. Hasil survei  United Nations Development Programme (UNDP)  yang menyebutkan bahwa IPM Indonesia turun ke pringkat 112 pada tahun 2003 dari peringkat ke-110 pada tahun 2002 dari 117 negara yang diteliti, jauh di bawah Malaysia dan Singapura. Kita juga sangat prihatin dengan semakin  merajalelanya sadisme dan kemaksiatan lainnya, semakin menjamurnya tempat-tempat hiburan malam atau tempat maksiat, perjudian, pemabukan, dan prostitusi.  Pornografi dan pornoaksi serta film-film takhayul berbau syirik yang ditayangkan oleh hampir semua stasiun TV dalam bentuk iklan, film, vidio klip, sinetron, drama, telenovela nampak jelas semakin seronok,  erotis dan berani . Dengan dalih kebebasan  berekspresi, berkreasi, dan mencari nafkah,  bahkan dengan dalih HAM .  

Setiap datang bulan Ramadhan, Sepertinya kita sudah kehabisan kata-kata untuk meminta ditutupnya tempat2 maksiat. Pemerintah, baik Daerah maupun tingkat Pusat dengan aparat keamanannya belum menunjukkan usaha yang serius utk menertibkannya apalagi menghentikannya.


Allahu Akbar 2 X Walillahilhamdu

Hari ini alhamdulillah kita masih bisa merayakan Idul Fithri dengan tenang dan damai, tapi belum tentu bisa dirayakan dengan suasana yg sama oleh saudara-saudara kita di Palestina, yang terus menerus berada dalam bayang-bayang dan intaian kekejaman dan kebiadaban kaum zionis Israel – Laknatullah  alaihim ! saudara-saudara kita di Irak, yang sedang dihimpit krisis  politik dan ekonomi yang berkepanjangan, akibat embargo PBB yang kemudian diikuti oleh agresi dan invasi AS dan Sekutunya. Sebuah negara yg sedang dicabik-cabik integritas dan kedaulatan negaranya oleh kecongkakan  dan arogansi  AS dan sekutunya, sehingga selama 10 tahun terakhir ini lebih dari satu juta rakyat Irak mati, lebih dari setengahnya adalah anak-anak ,  akibat perang dan kelaparan  serta kekurangan gizi. Saudara-saudara kita di Afganistan yang masih terus dihantui oleh konflik dan peperangan antar etnis, suku dan kelompok yang berkepanjangan serta sebagai akibat agresi AS dan sekutunya yang telah meluluh lantakkan tatanan kehidupan islami yang dibangun oleh penguasa Thaliban dan telah memakan ribuan korban jiwa. Saudara-saudara kita di Chechnya, dan belahan bumi lainnya.  Tak terkecuali saudara-saudara kita di  Aceh , Poso dan Maluku yang belum merasa aman dari konflik horizontal dan vertikal, yang belum bisa dicarikan  penyelesaian yg konprehensif dan dicarikan akar masalahnya, juga saudara-saudara kita yang ditimpa musibah bencana alam, seperti yang terjadi di langkat, atau saudara-saudara kita yang jadi korban penggusuran, dan yang lainnya. 
Kiranya kita patut bersyukur atas suasana yang kita rasakan saat ini, dan memberikan simpati yang mendalam bagi saudara-saudara kita yang sedang ditimpa kesulitan tadi, baik dalam bentuk do’a ataupun dukungan lainnya.

 Al-‘Aidin wal-‘Aidat ,


Ibadah di bulan Ramadhan mengandung nilai tarbiyyah, nilai pendidikan, yang mendidik diri kita  utk menjadi manusia yang  Zuhud , yakni manusia yang tidak diperbudak  oleh dunia.  Harta benda, tahta dan ilmu serta wibawa yang dimiliki sebesar dan stinggi apapun  ia syukuri, dan ia jadikan bekal untuk meraih kebahagiaan yang abadi. mendidik diri kita untuk menjadi manusia yang Peka dan Peduli  terhadap nasib  dan penderitaan kaum dlu’afa, menjadi manusia disiplin dan taat aturan . Serta mendidik diri kita agar memiliki  Ruhul Jihad atau semangat juang yang tinggi untuk menghadapi dan melawan setiap bisikan, upaya dan invasi syetan terhadap diri kita, yang akan memalingkan akidah tauhid kita kepada kemusyrikan dan kekufuran, baik syetan dari golongan jin, maupun syetan dari  golongan manusia, manusia yang phobia atau benci terhadap Islam.

Al-‘Aidin wal-‘Aidat ,

Ibadah di bulan Ramadhan mengandung nilai tarbiyyah, nilai pendidikan, yang mendidik diri kita  utk menjadi manusia yang  Zuhud , yakni manusia yang tidak diperbudak  oleh dunia.  Harta benda, tahta dan ilmu serta wibawa yang dimiliki sebesar dan stinggi apapun  ia syukuri, dan ia jadikan bekal untuk meraih kebahagiaan yang abadi. mendidik diri kita untuk menjadi manusia yang Peka dan Peduli  terhadap nasib  dan penderitaan kaum dlu’afa, menjadi manusia disiplin dan taat aturan . Serta mendidik diri kita agar memiliki  Ruhul Jihad atau semangat juang yang tinggi untuk menghadapi dan melawan setiap bisikan, upaya dan invasi syetan terhadap diri kita, yang akan memalingkan akidah tauhid kita kepada kemusyrikan dan kekufuran, baik syetan dari golongan jin, maupun syetan dari  golongan manusia, manusia yang phobia atau benci terhadap Islam.


Di sekeliling kita juga begitu nampak upaya pemurtadan, dengan menggunakan berbagai cara dan sarana : baik iming-iming materi, seperti : uang,  super mie, beras, pelatihan keterampilan, penyediaan rumah murah, pengobatan gratis, atau melalui pernikahan, pembuatan al-Quran palsu seperti  “ The True Furqan atau Al-Furqanul Haq  “ yang ditulis oleh Pendeta  Anis Soros dari AS ;  melalui penerbitan buku-buku yang memplesetkan al-Quran dan Al-Hadits seperti yang ditulis   Pdt. Muhammad Nurdin, buku berjudul : As-Shadiqul Mashduq, As-Asirarullahil Akbar, dsb. ; atau melalui lembaga-lembaga kesehatan dan pendidikan, dan cara-cara lainnya.
Kita kadang prihatin banyak orang soleh, tokoh umat, setiap hari berdzikir dan berdoa di masjid tapi sakarat dan, mati malah di hadapan salib.


Kemudian cara yang paling kasar mereka lakukan saat ini adalah stigmanisasi  “Teroris” terhadap Islam atau “ pergerakan Islam “ , Islam diidentikkan atau disamakan dengan teroris. Terutama setelah tragedi 11 September 2001. Perang terhadap teroris menjadi identik dengan perang terhadap Islam. 

Padahal siapapun  bisa melakukan teror. Bahkan yang lebih banyak adalah teror yang dilakukan oleh  sebuah negara terhadap negara lain, teror oleh negara terhadap rakyatnya.  (State terorrism ). Bukankah masyarakat internasional tahu negara manakah yang paling banyak menakut-nakuti negara dan bangsa lain, kalau bukan AS !
Batas antara teroris dan bukan teroris sebenarnya sangat tipis. Seseorang oleh negara mungkin dituduh sebagai teroris, seperti Usamah bin Ladin, yang dianggap sebagai biang teror oleh AS dan sekutunya, tapi oleh pengikutnya dan orang yang bersimpati kepadanya justru dia dianggap sebagai mujahid dan pejuang.  Coba kita tanya rakyat Afganistan dan rakyat Irak siapa teroris itu ? jawabannya bisa dipastikan adalah George W  Bush ! Coba tanya rakyat Palestina, siapakah teroris itu ? jawabannya bisa dipastikan : Ariel Sharon dengan zionisnya !

Setelah dua tahun berlalu, ternyata pemerintah AS tidak mampu menunjukkan hard evidence ttg keterlibatan muslim atau gerakan islam terlibat dalam tragedi 11 september itu, sehingga kemudian memunculkan berbagai teori konspirasi, seperti penilaian Prof. Michel Chossudovky dari Centre for Reserch On Globalization dari Universitas Ottawa Canada, bahwa tragedi  11 September 2001 itu hanyalah akal bulus dan rekayasa Penguasa AS sendiri dengan memanfaatkan agen-agen mossad Zionis Israel dengan mengorbankan ribuan rakyatnya mati demi mencari alasan pembenar agresi dan serbuan AS terhadap Afganistan, dan negara-negara Islam lainnya. Dengan dalih memerangi terorisme ! Atau Seperti diungkap Andreas von Buelow, Mantan mentri riset Jerman, dalam bukunya “ “CIA dan 11 September “   menyatakan bahwa pesawat yang ditabrakan ke gedung WTC itu tidak dipiloti oleh pembajak militan, melainkan oleh remote control ( pengendali jarak jauh ). Dia juga menyatakan bahwa intelijen AS (CIA ) dan agen rahasia Israel ( Mossad) terlibat dalam perencanaan 11 September.  Gerard Wisnewski dalam bukunya “ 0perasi 11 September “ yang dicetak ulang empat kali dalam waktu 3 minggu, berpendapat bahwa menara kembar itu diledakkan dengan menggunakan bahan peledak yg sudah dipasang sebelum ditabrak pesawat.  Bahkan banyak pihak percaya bahwa tragedi 11 September  itu merupakan grand design Kaum Zionis Israel  dengan menggunakan modal  akses dan lobbinya yang sangat kuat di AS.  Mereka telah menarik dan memanfaatkan kekuatan yg dimiliki AS, baik kekuatan politik, ekonomi maupun militer untuk memerangi Islam – Tanpa  Hard evidence ( bukti yang akurat ) Rezim AS langsung menuduh pelakunya adalah Al-Qaidah pimpinan Usamah .  Kemudian dengan mengabaikan protes dan keberatan banyak pihak, AS dan sekutunya meluluh lantakkan bumi  Afganistan.
Kemudian dengan dalih” Senjata pemusnah Massal “ yang diproduksi Irak, dan tuduhan keterkaitan Sadam Husen dengan al-Qaidah, serta alasan-alasan lainnya,  dan meski dengan tidak mendapatkan mandat dari PBB,  Irak-pun digempurnya. Segudang alasan yang kumudian terbukti hanya merupakan kebohongan besar  Penguasa AS.

Kini dengan dalih yang sama, yakni  dalih “ Sarang teroris, Poros Kejahatan, dan alasan-alasan lain “  banyak bangsa dan negara dibidiknya : Syiria, Somalia, Yaman, Sudan, Pakistan, Iran, Arab Saudi,  Malaysia dan bahkan Indonesia. Presiden Bush dengan congkaknya pernah berkata :  Every nation in every region has a decision to make : either you are with us, or you are with the terorrist. From this day forward any nation that continues to harbor or support terrorism will be regarded by USA as a hostile regime “  ( Setiap negara di setiap wilayah harus mengambil keputusan, apakah mau berpihak kepada AS atau kepada teroris, dari mulai saat ini ke depan, setiap negara yg melindungi atau membantu teroris akan dianggap oleh AS sebagai penguasa jahat ).

Dengan ultimatum ini banyak pemimpin Islam yg mendukung serangan AS ke Afganistan, mendukung  penyerbuan ke Irak, bahkan banyak yang dengan rela dan dengan mengorbankan harga diri  sebagai sebuah bangsa , menjadi budak dan manut atas segala tekanan  AS, mereka  menangkapi tokoh-tokoh Islam  dengan dalih terlibat teroris.   Mereka juga mendukung dimasukkannya beberapa organisasi pergerakan Islam atau organisasi yang memperjuangkan kemerdekaan negrinya sebagai organisasi teroris dalam terminologi AS dan sekutunya.
 Dengan dukungan itu disadari atau tidak  mereka telah ikut memperburuk citra Islam dan muslimin ! Pantas jika Prof. Richad Bulliet dari Universitas of Columbia pernah mengatakan : 
We at some point are going to reach a treshold where people no longer need evidence to believe in a generic terorrist threat, from religious muslim fanatics “   ( Org AS suatu ketika akan percaya dan meyakini tanpa perlu bukti apapun bahwa ancaman teroris selalu datang dari kaum muslim fanatik ). 

Sebagai ilustrasi dari apa yang saya kemukakan,  mari  kita tengok daftar organisasi teroris yg dibuat Penguasa AS,  dari 35 organisasi, 23 diantaranya adalah organisasi Islam.    Padahal teror bisa dilakukan oleh orang atau kelompok di luar Islam seperti di AS sendiri ada :  American Millitant extremist, Klu Klux Klan, David Koresh, Timothy Mc Veigh, Michael Bray, dan extimist  Pat Robertson; di Jerman ada Baader Meinhof; di Itali ada Brigade Merah, di Spanyol ada Klp. Basque di Israel ada Kahana Chai, di peru ada Tupac Amaru, di Inggris ada IRA, di jepang ada Aumn Shinrikyo, dsb Tapi kenapa Zionis Israel dengan gembongnya Ariel Syaron yg haus darah tidak dimasukkan sebagai teroris ? malah  setiap tahun tidak kurang dari 3 Milyar dollar  bantuan mengalir dari pemerintah AS ke kas Zionis itu !/

Kita memang tidak bisa menutup mata atas kenyataan adanya elemen kaum muslimien yang terlibat aksi-aksi teror, khusunya dari kalnagn anak muda yang punya ghirah keislaman yang cukup tinggi, tapi mereka tidak menyadari bahwa fdirinya sedang dimanfaatkan oleh pihak lain. Atau mungkin juga aksi mereka itu murni atas inisiatif sendiri, tapi mereka dinilai “ Ghuluw “ atau tidak proporsional dalam memahami nilai-nilai Islam, terutama dalam memaknai “ Jihad “ . Wallohu a’lam.
Oleh sebab itu wajar jika kuat tuntutan kepada Polri dan aparat penegak hukum lainnya, untuk tidak berhenti pada penangkapan dan pengadilan terhadap mereka yang kini sudah diproses sebagai pelaku teror, tapi juga mengungkap dan menangkap  Grand Master Mind   (Dalang atau aktor intelektual ) di belakang mereka, sebab kalau tidak pernah terungkap, dikawatirkan peritiwa yang sama akan terulang lagi di masa mendatang, dengan dalang yang sama, tapi dengan pelaku yang berbeda. Juga dalam rangka menepis tuduhan bahwa aksi-aksi teror bom di Indonesia itu adalah proyek karbitan, dengan pelaku orbitan, dan dengan dalang yang tidak pernah teruangkap dan tertangkap, seperti kisah-kisah tragis di masa rezim Orde Baru dulu.

Al-A’idien wal-A’idat , Allohu Akbar walillahilhamdu !

Hari ini kita berkumpul di tempat ini, merayakan Iedul Fithri insya Allah dengan suasana hati yang bahagia, setelah kita tuntas menunaikan ibadah selama bulan Ramadhan, dengan memakai pakaian terbagus yang kita miliki, bahkan tidak sedikit diantara kita yang sudah mempersiapkannya sejak awal Ramadhan. Mudah-mudahan tidak membuat kita lupa diri, berbuat isyraf ( berlebihan ) dan tabdir ( memubazirkan harta ), sebab jika itu yang terjadi, itu mengindikasikan bahwa nilai tarbiyyah selama bulan Ramadhan belum beratsar banyak dalam jiwa kita .


Sejenak mari kita renungkan suasana yng akan sangat jauh berbeda dengan saat ini, yakni kelak ketika kita dikumpulkan Allah di Padang Mahsyar, dari mulai manusia pertama – Adam dan Hawa – sampai dengan bayi yang terakhir lahir, dalam keadaan tanpa  busana, tanpa alas kaki dan belum dikhitan.  ( HR. Al-Bukhari ). Hadits yang memberikan penjelasan atas firman Allah swt :

Dan sesungguhnya kamu akan datang kepada-Ku sendiri-sendiri, sebagaimana waktu kamu diciptakan pertama kali ( waktu lahir ), dan kamu tinggalkan di belakng kamu ( di dunia ) apa yang telah Aku berikan kepadamu, dan Aku tidak melihat bersamamu pemberi syafaat yang kamu anggap bahwa mereka itu sekutu-sekutu Tuhan di antara kamu . Sunguh telah terputuslah pertalian antara kamu, dan telah lenyap dari pada kamu apa yang dahulu kamu angap ( sebagai sekutu Alah ) . QS Al-An-‘am : 94

Pada hari kiamat, amal yang baik dan buruk sekecil apapun akan ditunjukkan. Dalam hadits di atas dijelskan bahwa matahari akan didekatkan, sehingga umat manusia mengalami kesusahan dan kepayahan yang tak tertahankan. Umat manusia kemudian bersepakat mencari o0rang yang bisa memberi syafaat ( pertolongan ), dan yang diminta adalah para Nabi dan Rasul, mulai dari nabi Adam as sampai dengan Nabi Muhammad saw.  Salkah satunya adalah Nabi Ibrahim as ,juru bicara manusia akan meminta :  “ Wahai Ibrahim, engkau adalah nabi, rasul dan kekasih Allah ( Kholilullah ), tidakkah engkau memperhatikan nasib kami, dijemur Allah di terik matahari yang dahsyat ini, tolonglah kami, menghadaplah engkau kepada Allah, bebaskan kami dari derita ini. “  Nabi Ibrahim as akan menjawab : Aku tidak sanggup, sebab Allah lagi marah kepadaku saat ini, yang belum pernah marah sebelumnya, dan tidak akan pernah marah lagi sesudahnya.  Manusia bertanya : Mengapa engkau dimarahi Allah ?  NABI ibrahim menjawab :  Aku pernah bohong  seumur hidupku tiga kali.   ( HR. Al-Bukhari ).

Al-Aidien wal Aidat !
 Jika Nabi Ibrahiem pernah bohong tiga kali seumur hidup sudah dimarahi Allah, tidakkah kita membayangkang betapa amarah Allah kepada kita, sementara dosa kita bukan hanya bohong, tapi juga dosa-dosa lainnya, malah bohongpun tak terhitung jumlahnya !

Insya Allah jika ibadah kita, khusunya selama Ramadhan, umumnya di bulan-2 seterusnya, kita dasari dengan iman yang kuat, dengan hati yang tulus ikhlas semata karena Allah, senantiasa mengikuti jejak dan petunjuk Rasulullah saw , memperbanyak do’a dan istighfar atas segala dosa yang kita perbuat, berusaha meminimalkan diri terlibat maksiat dan dosa, paling tidak kita hanya dimarahi Allah saat berkumpul di padang mahsyar saja, seperti hanya nabi Ibrahim as  dan nabi-nabi lainnya, kecuali nabi Muhammad saw., tidak lantas dilempar ke dalam kehinaan dan api neraka.

Para Al-Aidin wal Aidat !

Kita semua tentu menyadari, bahwa  semua peristiwa yang terjadi dalam diri kita, keluarga kita, juga fitnah yang menimpa kaum muslimin secara kolektif,  tentu tidak lepas dari iradah dan qudrah Allah, untuk menguji kita sejauh mana kwalitas keimanan, dan ketaqwaan kita,  serta sejauh mana usaha dan ikhtiar kita untuk melaksanakn tugas sebagai hamba Allah, juga tugas  dakwah dalam rangka membuktikan bahwa umat Islam adalah umat terbaik, dan  Islam adalah  Rahmatan lil’alamien.

Mudah-mudahan  Ibadah  kita  hari-hari ini,  baik itu shaum , shalat Ied, zakat, infak, sedekah, dzikir dan do’a kita , tholabul ilmi dan tadarus kita, dsb. diterima oleh Allah sebagai amalan sholihan, menjadikan kwalitas iman, taqwa dan amal shaleh kita semakin meningkat, ruhul jihad atau semangat juang kita semakin membara, sehingga langkah kita ke depan semakin tegap dan mantap, semakin baik dan berkwalitas, sebab rugilah orang yang hari ini dan hari esok lebih buruk dari hari kemarin !

Ya Allah Yang Maha Pengampun, anpunilah dosa kami, dosa ibu bapak kami, limpahkanlah kepada kami karunia-Mu, bimbinglah kami dengan rahmat, Inayah dan hidayah-Mu,  berilah kami kekuatan lahir dan bathin untuk mengisi sisa lembaran hidup kami, dengan ilmu, iman dan amal sholeh yang lebih baik, lebih berkwalitas. Kami semua di tempat ini berkumpul untuk mengumandangkan kalimah takbir, tahmid, dan tahlil, sebagai ungkapan kebahagiaan dan rasa syukur kami kepada-Mu ya Allah. Terimalah syukur kami ! Di tempat ini kami bersujud kepada-Mu ya Rahman ya Rahim , sebagai ungkapan rasa rumoso kami, bahwa hidup kami bergelimang dosa dan kesalahan, kami sering mengabaikan perintah-Mu dan perintah Nabi-Mu, sering melanggar larangan-Mu dan larangan Nabi-Mu,  Kami semua sadar ya Rabbi, tanpa ampunan-Mu, tanpa kasih sayang-Mu, pasti kami akan menjadi manusia-manusia yang rugi,  ampunilah kami ya aziz ya ghoffar ! jadikanlah kami orang-orang yang selamanya ada  dalam ridho-Mu.
Ya Allah rapihkanlah kehidupan dunia kami, yang di dunia ini kami hidup, rapihkanlah kehidupan akhirat kami, yang ke alam akhirat kami akan kembali,  jadikanlah hidup dan merdeka kami sebagai bekal kami meningkatkan prestasi hidup kami, jadikanlah ajal dan kematian kami sebagai saat istirahat kami dari segala macam penderitaan.

 

 

 


0 Komentar :
Isi Komentar :
Nama
Website
Komentar
 
 (Masukkan 6 kode diatas)